My Orchid

Juli 25, 2007

” Awali & Akhiri Hari Dengan Doa “

Diarsipkan di bawah: kebiasaan baik — ayunita @ 3:57 am

Beberapa hari ini aku lagi baca buku ” Woman After God’s Own Heart ” atau dalam bahasa Indonesianya ” Wanita Yang Berkenan di Hati Allah ” karya Elizabeth George. Buku ini adalah kado pernikahan kami dari rekan kami ( thanks to Chrisyandi & Kathy ). Belum banyak sich yang aku baca…..baru bab I dengan 4 pokok bahasan. Bukunya bagus banget ternyata.

Setelah beberapa halaman aku baca, betapa aku tersadar kalau selama ini begitu sedikit waktu aku bisa berkomunikasi dengan-Nya. Gak mudah memang membuat doa bukan hanya sekedar menjadi sebuah kewajiban dan rutinitas namun lebih dari itu, doa harus menjadi sebuah kebutuhan dan kenikmatan tersendiri saat kita melakukannya ( kalau kata suamiku doa sebagai sebuah nafas bagi jiwa dan kehidupan kita ). Dalam buku itu diajarkan bahwa semuanya bisa terjadi karena kita terbiasa. Gak bisa instant memang, cuma semuanya harus dimulai dari yang sebentar dan kurang berkwalitas mungkin….dan akhirnya dari hari ke hari menjadi lebih baik dan lebih berkwalitas.

Sering kita terjebak dalam sebuah rutinitas dan kesibukan pekerjaan, sehingga kita lupa menyisihkan waktu untuk berbicara sejenak pada-Nya ( saat teduh ). Kita seringkali lupa menyerahkan seluruh hidup dan kegiatan kita hanya dalam tangan-Nya. Sebenarnya kekuatan doa itu begitu besar hanya terkadang karena kesombongan kita lupa bahwa apa yang kita miliki dan kita rasakan sekarang adalah pemberian dari Tuhan sebagai wujud kasih-Nya pada umat manusia.

So………dalam keseharian kita, sesibuk apapun….sisihkanlah sedikit waktu untuk berbincang dengan-Nya. Mulailah hari dengan menyerahkan segala kehidupan kita hari ini dalam tangan Tuhan dan memohon bimbingan-Nya dalam kita menjalani hari ini kemudian tutuplah hari dengan ucapan syukur atas segala yang telah Dia berikan kepada kita hari ini baik itu kesukaan maupun kesedihan.   

Tuhan Memberkati 

November 23, 2006

Dimana Hartamu Disitulah Hatimu

Diarsipkan di bawah: kebiasaan baik — ayunita @ 8:50 am

“Dimana hartamu disitulah hatimu”. Aku suka banget dengan kalimat ini. Buatku kalimat ini punya arti dan makna yang dalam dan bagus banget.

Dalam hidup kita sering melihat orang bekerja siang dan malam untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Harta dapat membuat kita merasa damai atau sebaliknya dapat membuat kita hancur.

Yakinkah anda dengan harta yang berlimpah kita akan mendapatkan kebahagiaan / kedamaian ? Bagaimana agar harta yang kita peroleh dapat membawa kita menuju kedamaian bukan kehancuran ?

Tuhan tidak melarang kita bekerja keras untuk mencari uang. Tuhan bahkan memberikan masing2 dari kita kelebihan dan kemampuan diri yang harus kita gunakan semaksimal mungkin untuk kita berkarya di dunia ini, berkarya untuk bisa mendapatkan materi / harta / uang yang kita perlukan dalam hidup.

Sukses dalam pekerjaan dan membuat berkecukupan harta adalah keinginan sebagian besar orang dalam hidupnya. Namun sadarkah kita bahwa ketika kita mendapat rezeki yang begitu besar seringkali kita lupa bahwa Dia dan Kasih-Nya yang telah limpahkan itu semua bagi kita.

Seringkali saya melihat orang dengan harta berlimpah namun hidupnya tak pernah merasa damai. Mengapa ? Mungkin orang tersebut salah menempatkan harta yang mereka dapatkan. Kesalahan kita menempatkan harta yang kita dapatkan berarti itu adalah kesalahan kita dalam menempatkan hati kita, dan mungkin inilah yang membuat kita kehilangan kedamaian. Tanpa disadari, mungkin sebenernya sebagian hati dan pikiran kita telah dikendalikan olah harta / uang ( gak semua orang sich, banyak juga kok yang gak dikendalikan harta ). Maka dari itu andai kita bisa menempatkan uang kita di tempat yang benar, maka hati kitapun akan berada ditempat yang benar.

Tanamkan dalam hati bahwa semua yang kita punya adalah berasal dari Tuhan, ingatlah selalu bahwa ada hak Tuhan dari penghasilan yang kita dapatkan. Tempatkan dulu sebagian harta kita untuk Tuhan sebagai wujud rasa terimakasih kita pada Tuhan dan sebagai wujud ketaatan kita pada ajaran-Nya. Dengan menempatkan harta yang kita miliki untuk Tuhan, maka kita telah belajar untuk tidak menjadi orang yang serakah dan tidak menjadi seorang pencinta uang.

Carilah rejeki dijalan di jalan yang benar dan tempatkan rejeki dan harta itu juga di tempat yang benar. Menyadari bahwa apa yang kita dapat adalah karena Kasih-Nya yang begitu besar pada kita. “Dimana hartamu disitulah hatimu”, tempatkanlah harta kita dalam nama Tuhan maka hati kitapun akan berada dalam nama Tuhan.

Kedamaian bukan diukur dari seberapa banyak harta yang kita miliki tapi dari bagaimana kita menempatkan harta kita dengan benar. Kedamaian hanya ada dalam nama Tuhan, maka tempatkanlah hartamu senantiasa dalam nama Tuhan. Ketika kita merasa damai dengan berapapun besar harta yang kita miliki, itulah sesungguhnya harta kita yang sebenarnya. Tuhan Memberkati

Agustus 11, 2006

Berikan Dirimu

Diarsipkan di bawah: kebiasaan baik — ayunita @ 8:38 am

Tadi pagi, anakmu membuat suasana gembira di tempat bermain anak-
anak.” “Kau sangat pandai dalam berhubungan dengan orang. Aku
kagum.” “Rumahmu sangat hangat dan nyaman.” “Kau berkata jujur pada
orang itu tentang transaksi ini. Aku hormat padamu.”

Bukankah menyenangkan bila selalu mendengar kata- kata seperti itu?
Sudah berapa kali Anda ingin mengatakan sesuatu yang membangun atau
membangkitkan semangat kepada orang lain, tetapi merasa tidak enak?
Memang ada risiko. Bisa saja Anda terdengar tidak tulus dan mereka
menganggap Anda hanya asal bicara saja. Jadi, Anda diam saja dan
kata- kata yang membangun itu tidak pernah diucapkan. Atau, mungkin
setelah Anda merenungkannya, timbul niat untuk menyampaikannya
secara tertulis, namun akhirnya ini pun tidak Anda lakukan. Waktu
pun berlalu dan Anda kehilangan kesempatan itu selamanya.

Tentu ini bukan mengenai kata-kata saja. Adakalanya Anda mungkin
melihat adanya situasi di mana sesuatu dibutuhkan dan hal itu Anda
miliki dan dapat berikan, misalnya waktu, uang, ketrampilan, dan
sebagainya. Contoh yang sederhana, menyeberangkan orang yang lanjut
usia. Atau, mungkin di bidang keuangan. Betapa senangnya bila dapat
memberi tanpa memberitahu nama!

Masih ingatkah Anda tatkala seseorang memberi sesuatu yang Anda
butuhkan tepat pada waktunya, entah itu tulisan atau pembicaraan
tilpon yang memberi kekuatan, pemberian proyek, atau pun sedikit
uang di saat kekurangan. Sangat berarti, bukan? Jangan lewatkan
kesempatan untuk memberi.

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.