My Orchid

April 16, 2008

Hampir 6 Bulan dgn Orchid kecil kami

Diarsipkan di bawah: me & my heart — ayunita @ 3:27 am

Puji Tuhan………sampai sekarang kami dan orchid kecil kami yang masih dalam kandunganku ada dalam keadaan sehat. Tidak ada keinginan lain Ayah & Bunda selain melihatmu dalam kandungan bunda tumbuh sehat lahir dan batin Nak :) .

Memasuki bulan ke-6 kehamilanku kebahagiaan yang kami rasakan makin bertambah. Orchid kecil kami dalam kandunganku sudah bisa bercanda dengan Ayah & Bundanya. Gerakan badannya dan tendangan-tendangan kecil serta pukulan-pukulan kecil kaki dan tangannya sudah dapat kami rasakan. Pemeriksaan terakhir menunjukkan kalau bayi kecil kami ada dalam keadaan sehat……Terimakasih Bapa :) . Hehe dia sepertinya akan jadi anak yang lincah dan sehat, selincah gerakannya saat dalam kandungan. Terimakasih Tuhan….Terimakasih anakku…..sampai sekarang orchid kecil kami masih bersama kami tumbuh sehat dalam kandunganku, selama kehamilan hingga saat ini kamu selalu menemani Ayah & Bunda……anak kami menjadi anak yang baik dan pintar yang selalu menemani setiap aktivitas kami khususnya aktivitasku sebagai bunda yang mengandungnya dan membawa dia dalam setiap aktivitasku. Bahagia bisa merasakan saat dia lapar, saat dia bermain, saat dia tidur….semuanya begitu indah antara aku dan anakku. Bermainlah sayang dalam perut Bunda……saat lelah istirahatlah dan jangan lupa berdoa selalu pada Bapa karena Dia yang selalu menemanimu dalam setiap langkah kehidupanmu dan pertumbuhan kesehatan lahir dan batinmu, saat lapar makanlah apa yang telah Bunda siapkan untukmu. Terimakasih Tuhan,……atas segala anugerah dan berkat yang Kau limpahkan daam keluarga kami…….., Terimakasih suami dan anakku atas kehadiran kalian dalam kehidupanku.

Tuhan, sertai aku dalam menjaga kehamilanku agar anakku boleh tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sehat lahir dan baitin seturut kehendak-Mu……hingga tiba saat persalinan nanti kami boleh menjadi partner yang hebat….melewati semuanya dengan normal, lancar, dan tidak menyakitkan untuk aku dan anakku hingga dia boleh terlahir ke dunia ini dalam keadaan sehat lahir dan batin tak kurang suatu apapun…..dan akupun sehat hingga dapat menjaga dan menyusui anakku dengan tangan dan ASI-ku sendiri bersama dengan suamiku.

Terimakasih Bapa……..Terimakasih Kristus…..Terimakasih RohKudus

Februari 22, 2008

My Pregnancy

Diarsipkan di bawah: me & my heart — ayunita @ 3:36 am

Kurang lebih satu bulan setelah pulang dari Bali…..aku dan suamiku mendapat sebuah anugerah yang paling indah dari Tuhan setelah pernikahan kami……aku positif hamil :) . Karena penasaran ama kondisi badan yang sering banget mual, akhirnya minggu pagi aku coba test kehamilan dan ternyata Puji Tuhan doaku selama ini terjawab…..aku positif hamil….hehe, dikamar mandi aku nangis…..seneng banget rasanya dan gak tahu kenapa tiba2 aja aku teringat almarhum mama. Pagi2 buta hari Minggu itu aku bangunin suami dan nyampein berita gembira ini ( hehe padahal aku tahu dia itu baru tidur 2 jam )….aku bisa lihat wajahnya yg bahagia banget. Saat itu kami berdua bersama-sama bersyukur…..terima kasih Tuhan, dengan kasih-Mu yang begitu yang begitu besar….Kau telah menjawab doa-doa kami…..terima kasih Tuhan. Kami tahu Tuhan mengerti benar kapan saat terbaik untuk mejawab doa-doa kami.

Tanggal 13 Desember pertama kalinya kami pergi ke dokter kandungan untuk memeriksakan kondisi kehamilanaku…..saat USG pertama kali, Puji Tuhan sudah nampak kantung kehamilan dalam rahimku meski bakal janin belum terlihat. Dua minggu setelahnya…tepatnya sehari setelah hari Natal ( 26 Desember 2007 ) kami kembali ke dokter kandungan dan Puji Tuhan janin dalam rahimku sudah nampak. Karunia terindah, berkat dan anugerah terindah, serta hadiah Natal pertama kami dari Tuhan yang benar-benar indah. Terimakasih Tuhan.

Melihat anak kami bergerak dalam rahimku benar2 sebuah kebahagiaan. Setiap saat doa yang terpanjat adalah agar Tuhan senantiasa menjaga anak kami dalam kandungan….karena tidak ada tangan yang sesempurna tangan Tuhan dalam menjaga anak kami dan memberinya kesehatan lahir dan batin. Mengajak anak kami dalam rahimku untuk berdoa bersama ayah-bundanya, mengajaknya bicara dan bercanda, membaca Alkitab, pergi ke Gereja, dan beberapa lagi aktivitas rutin kami terasa sangat menyenangkan.

Terima kasih Kristus…..pimpin kami agar senantiasa kami mampu menjaga titipan-Mu dengan baik. Ya Tuhan, jamahlah anak kami dalam setiap saat pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mentalnya, urapilah dia hanya denga Roh Kudus-Mu, jadikan dia anak yg sehat lahir, batin, dan menjadi anak yang senantiasa berkenan di hadapan-Mu. Ya Bapa, berikan aku dan suamiku kesehatan dan ukur panjang agar kami dapat merawat dan menjaga anak kami bersama-sama.

Terima kasih Tuhan…..biarlah semua terjadi seturut rencana dan kehendak-Mu. Amin

Oktober 2, 2007

Bisa Nggak Ya ?

Diarsipkan di bawah: me & my heart — ayunita @ 3:28 am

3 bulan 4 hari sudah usia pernikahan kami. Terima kasih Tuhan, aku bahagia. Aku punya suami yang baik dan kehidupan yang indah setiap hari. Mungkin kadang ada rasa lelah tapi aku bahagia. Kadang ada perasaan bersalah karena mungkin aku belum bisa menjadi istri yang baik. Kadang merasa belum menjadi seorang istri yang sepenuhnya……..aku belum mulai masak untuk suami, aku belum sepenuhnya beresin rumah ( krn memang belum punya rumah alias masih numpang hehehehe ), dan yang sedih lagi aku belum mengandung ( terlalu dini mungkin ya utk merasa sedih krn usia pernikahan khan baru 3 bulan ). Tapi aku percaya kok suatu saat aku bisa melakukan semua hal diatas yg belum bisa kupenuhi saat ini, karena aku percaya Tuhan punya rencana yang lain utk kehidupan rumah tanggaku dan aku percaya rencana-Nya adalah yang terbaik dan terindah untuk kehidupan kami.

Semakin aku baca buku “Wanita yang Berkenan di Hati Allah” gak tahu kenapa aku semakin ngerasa kecil sekali sebagai manusia khususnya sebagai wanita. Hehe ternayata menjadi wanita itu gampang-gampang susah.

Menjadi wanita yang berkenan di hadapan Allah…….mungkin ini adalah harapan semua wanita. Untuk bisa menjadi wanita yang berkenan di hadapan Allah bukanlah sebuah hal yang mudah. Untuk hal ini diperlukan keikhlasan, kesungguhan, kebiasaan, dan yang terpenting kenikmatan kita pribadi untuk menjalaninya. Salah satu cara untuk kita bisa menikmati kehidupan kita sebagai seorang wanita dan sebagai hamba Allah adalah dengan memiliki prioritas dalam hidup kita.
Prioritas utama itu tentunya adalah pengejaran kita akan Allah. Dalam hal ini adalah bagimana kita bisa menciptakan dan meluangkan waktu di sela2 segala kegiatan kita untuk tetap dapat bersaat teduh dengan Allah. Meniciptakan saat teduh dengan Allah yang bukan sekedar sebuah kewajiban dan rutinitas tetapi harus menjadi sebuah kebutuhan dan kenikmatan bagi setiap wanita dalam keseharian hidupnya.

Untuk prioritas selanjutnya adalah suami, dalam hal ini adalah bagaimana kita dapat senantiasa memiliki hati yang melayani terhadap suami kita, hati yang taat pada suami, dan hati yang mengasihi suami. Bagaimana seorang wanita dapat memiliki hati yang melayani, hati yang taat, dan hati yang mengasihi terhadap suami yang benar2 datang dr lubuk hati yang paling dalam dan dengan penuh keikhlasan dan kesadaran dapat memandang suami sebagai seorang kepala rumah tangga, yang tentu saja dalam hal ini adalah seorang suami yang memandang Yesus sebagai kepalanya.

Bagi pasangan suami istri yang telah memliki anak, setelah suami tentunya anak adalah yang terpenting ke -3 dalam kehidupan kita. Membimbing dan menemani anak2 dalam pertumbuhan fisiknya, pertumbuhan rohaninya, pendidikan, dan keseharian hidup mereka adalah wajib dilakukan seorang wanita. Bagimana cara kita menunjukkan bahwa mereka adalah bagian hidup yang terpenting bagi kita orang tua setelah Tuhan adalah menjadi kewajiban bagi kita orang tua untuk menunjukkannya dengan jalan yang berkenan di hadapan Allah. Mempersiapkan mereka menjadi pribadi-pribadi yang berkenan di hadapan Allah adalah menjadi hal utama, karena takut akan Allah adalah bekal utama utk meraih sebuah kebahagiaan hidup yang sesungguhnya.

Baru kemudian setelah Tuhan, suami, dan anak-anak…….sebagai wanita tugas selanjutnya adalah menciptakan sebuah lingkungan tempat tinggal yang nyaman bagi seluruh penghuninya. Berusaha untuk selalu dapat membangun sebuah surga kecil di dalam rumah, dimana didalamnya ada kebersihan rumah dan kebersihan jasmani dan rohani dari setiap penghuninya, ketenangan suasana rumah, dan bagimana rumah dapat menjadi tempat yang menyenangkan bagi penghuninya untuk bersaat teduh maupun utk melakukan aktivitas sehari-hari…karena bagaimanapun juga rumah adalah tempat dimana kita mengawali dan mengakhiri sagala rutinitas kehidupan kita setiap harinya.

Setelah semua kehidupan rumah tangga tertata baik dan setelaha segala pelayanan kita sebagai seorang anak Allah, seorang istri, seorang ibu, dan seorang pengurus rumah tangga tertata dengan baik……maka selanjutnya kita berusaha untuk dapat memberikan pelayanan bagi saudara-saudara kita yang lain, berpartisipasi dalam sebuah pelayanan Gereja, atau membantu saudara dan teman kita diluar sana yang membutuhkan bantuan kita baik dalam bentuk materi maupun spiritual.

Bukan hal yang mudah memang untuk menjadi wanita yang berkenan di hati Allah, namun semuanya akan menjadi menyenagkan dan mudah dilakukan asal kita melakukannya dengan kesadaran penuh dari dalam hati akan apa yang menjadi kewajiban kita sebagai seorang wanita. Semua akan dapat kita penuhi dari sebuah kebiasaan dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Selalu awali kehidupan dengan memuliakan nama-Nya dan berbicara serta bertanya pada-Nya “apa yang dapat saya lakukan untuk berkenan dihadapan-Mu, untuk suamiku, anak-anakku, rumahku, dan pelayananku hari ini”.

Amin

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.